Fakultas Ekologi Manusia, tidak hanya menghasilkan bibit penerus bangsa yang kritis terhadap isu lingkungan saja, namun banyak menghasilkan bibit wirausahawan yang kreatif. Memadukan isu kesejahteraan sosial petani dengan peluang pasar, akhirnya kelompok mahasiswa yang terdiri dari  M. Habibi Karamallah, Yunita Nurrahmani (Departemen SKPM), Hayu Ning Dewi, Moch. Miftachur Rizqi (Departemen Gizi Masyarakat), dan Teuku M. Alkautsar (Departemen Ilmu Ekonomi) mampu menarik perhatian dan kriteria penilaian juri yang akhirnya sukses menyabet gelar Juara II dalam LOMBA ETHNIC FOOD yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat (DISPERINDAG) pada tanggal 7 Juni 2014. Kegiatan ini diikuti oleh 5 orang semi finalis yang telah lolos dalam tahap seleksi proposal bisnis, diantaranya dari Universitas Padjadjaran sebanyak 2 tim dan Universitas Pasundan sebanyak 2 tim. Ide bisnis yang diusung oleh tim yang diketuai oleh Habibi ini adalah membuat produk berupa sayuran praktis yang sudah tersedia dalam keadaan bersih dan sudah terpotong menurut olahannya serta dalam kemasan yang menjamin keamanannya dan juga dilengkapi bumbu, informasi gizi, dan cara memasak. Nama produk tersebut adalah Leafresh! (Vegetables: All Fresh!).

Leafresh! Diproduksi dengan bekerjasama dengan petani di wilayah Cihideung Ilir sebagai supplierkomoditi sayur. Selain itu, bahan baku juga didapatkan dari pembelian di Pasar Anyar Bogor. Varian sayur yang ditawarkan oleh produk Leafresh! Yaitu olahan sayur sop, sayur capcay, dan sayur asem serta sayur organik yang terdiri dari tumis kangkung dan sayur bening bayam. Selain itu, Leafresh! Tersedia dalam satu paket yang mencukupi kebutuhan sayur untuk empat anggota keluarga dalam sekali makan(400 gram) dan satu paket yang mencukupi kebutuhan sayur untuk satu orang dalam sekali makan (100 gram).

Unsur yang dinilai juri melibatkan beberapa poin diantaranya berupa kreativitas untuk memaparkan proses perencanaan dan pelaksanaan rencana pengelolaan industri pengolahan bahan pangan buah dan/atau sayur menjadi produk pangan bernilai industri yang kreatif, inovatif, bergizi, cantik secara tampilan, sehat dan aman dikonsumsi. Penilaian lainnya adalah pada argumentasi jaminan keamanan pangan, sumber/jenis bahan baku buah dan sayur, nilai gizi, penilaian sensoris, inovatif dan memiliki kelayakan usaha yang prospektif

Kelompok wirausaha ini juga terbentuk dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang kewirausahaan yang menjadi agenda tahuanan Dikti dengan dibawah bimbingan Megawati Simanjuntak, SP, M.Si. Dalam kompetisi ini, tim Leafresh! memperoleh respon yang baik dari juri. Rencana ke depan, Leafresh! akan menjadi sebuah socio entrepreneur yang membantu petani sayur untuk memasarkan hasil panennya. Selain itu, diharapkan dengan kepraktisan Leafresh! akan meningkatkan konsumsi sayur keluarga Indonesia.

Share this:Print this pageEmail this to someoneShare on Facebook0Share on Google+0Share on StumbleUpon0Tweet about this on Twitter0Digg thisShare on Reddit0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • *