LLogo FEMA19 115x110 Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.Bencana alam yang sering terjadi di Indonesia seperti tsunami, gempa, banjir, dan longsor telah menimbulkan dampak sosial yang memberi pengaruh pada sisi kehidupan masyarakat Indonesia yang berkaitan dengan bidang kesehatan masyarakat, keluarga, dan anak. Keadaan tersebut dapat menimbulkan permasalahan yang mengganggu kehidupan keluarga sehingga menjadikan keluarga tertekan dan stres. Untuk menghadapi keadaan tersebut keluarga diharapkan memiliki daya lenting yang tinggi dan strategi koping yang tepat.

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis kelentingan keluarga dan strategi koping pada keluarga korban longsor. Tujuan khususnya adalah: (1) mengidentifikasi karakteristik, permasalahan, serta kelentingan, dan strategi koping yang dilakukan keluarga; (2) mengidentifikasi perubahan permasalahan yang dihadapi keluarga dan kelentingan keluarga; (3) menganalisis hubungan antara karakteristik dengan permasalahan, kelentingan, dan strategi koping; (4) menganalisis hubungan antara permasalahan dengan kelentingan dan strategi koping; dan (5) menganalisis pengaruh karakteristik, permasalahan, dan kelentingan terhadap strategi koping.

Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Pengumpulan data dilakukan di Desa Banyuwangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor pada bulan Mei-Juni 2010. Desa ini dipilih secara purposive karena desa tersebut merupakan tempat terjadinya bencana longsor dengan jumlah korban terbanyak dan terparah. Populasi adalah keluarga korban longsor dengan jumlah total korban sebanyak 264 keluarga yang tersebar di 2 RW, yaitu RW 10 dan RW 11. Jumlah total contoh adalah 100 orang yang diambil secara proportional random sampling.

Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder. Data primer meliputi: (1) karakteristik keluarga (usia, lama pendidikan, besar keluarga, kepemilikan aset, pendapatan, dan pekerjaan); (2) permasalahan keluarga (pangan, kesehatan, pendidikan, tempat tinggal, pakaian, pekerjaan, dan interaksi keluarga); (3) kelentingan keluarga (sistem kepercayaan keluarga, pola organisasi keluarga, dan proses komunikasi keluarga) dengan menggunakan metode retrospective; dan (4) strategi koping (fokus pada masalah dan fokus pada emosi). Data sekunder yang dikumpulkan berupa gambaran umum lokasi penelitian.

Persentase terbesar suami (61%) dan isteri (73%) termasuk dalam kategori usia dewasa awal (18-40 tahun). Persentase terbesar suami (84%) dan isteri (90%) berpendidikan tidak tamat Sekolah Dasar. Persentase terbesar (47%) keluarga contoh termasuk dalam kategori keluarga kecil (_ 4 orang). Aset yang banyak dimiliki keluarga contoh adalah rumah (82%), ayam (65%), perhiasan (46%), kambing (37%), dan motor (29%) dengan kategori nilai aset berkisar pada Rp 0 sampai Rp 25 000 000 sebesar 75 persen. Persentase terbesar (87%) keluarga contoh memiliki pendapatan per kapita kurang dari Rp 191 000, berarti termasuk kategori keluarga miskin. Persentase terbesar suami (55%) memiliki pekerjaan sebagai petani dan isteri (74%) sebagai ibu rumah tangga.

Persentase terbesar (75%) keluarga contoh menghadapi permasalahan termasuk dalam kategori tinggi. Masalah terberat yang diakui contoh adalah masalah pangan, tempat tinggal, dan pendapatan atau pekerjaan. Persentase terbesar (³ 90%) keluarga contoh memiliki kelentingan keluarga (system kepercayaan keluarga, pola organisasi keluarga, dan proses komunikasi keluarga) termasuk pada kategori tinggi. Tingginya sistem kepercayaan keluarga disebabkan karena setelah terjadinya longsor keluarga contoh semakin percaya terhadap keluarga dan memaknai krisis. Tingginya pola organisasi keluarga disebabkan karena keluarga contoh memiliki pola organisasi yang baik di dalam ataupun di luar keluarga. Tingginya proses komunikasi keluarga karena komunikasi yang dilakukan keluarga contoh berjalan dengan efektif.

Koping fokus pada masalah yang dilakukan contoh adalah melakukan upaya tertentu untuk merubah keadaan, mencari dukungan dari pihak luar, dan merubah keadaan yang dapat menggambarkan tingkat resiko yang harus diambil.

Koping fokus pada emosi yang dilakukan contoh adalah menciptakan situasi dan makna yang positif dari suatu kejadian, menumbuhkan kesadaran akan peran diri dalam permasalahan yang dihadapi dan menyesuaikan diri dengan kondisi yang sedang dialami, melakukan pengaturan diri baik dalam perasaan maupun tindakan, dan menghindar dari permasalahan yang dihadapi.

Hasil uji korelasi Spearman, menunjukkan: 1) pendapatan per kapita keluarga memiliki korelasi negatif dengan masalah pendidikan, masalah pangan, masalah kesehatan, masalah tempat tinggal, masalah pakaian, masalah interaksi keluarga, masalah pekerjaan atau pendapatan, dan permasalahan total; 2) usia suami berkorelasi negatif dengan permasalahan keluarga total; 3) besar keluarga berkorelasi positif dengan sistem kepercayaan keluarga; 4) nilai kepemilikan asset memiliki korelasi positif dengan koping fokus pada masalah; 5) usia isteri berkorelasi positif dengan koping fokus pada emosi; 6) pola organisasi keluarga memiliki korelasi negatif dengan masalah tempat tinggal dan masalah pekerjaan; 7) masalah pekerjaan berkorelasi negatif dengan proses komunikasi keluarga; 8) koping fokus pada emosi berkorelasi positif dengan masalah pekerjaan dan permasalahan keluarga total; dan 9) seluruh variabel kelentingan keluarga (system kepercayaan keluarga, pola organisasi keluarga, dan proses komunikasi keluarga) berkorelasi positif dengan seluruh variabel strategi koping keluarga (koping focus pada masalah dan koping fokus pada emosi). Hasil uji regresi menunjukkan, faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi strategi koping adalah permasalahan keluarga, sistem kepercayaan keluarga, pola organisasi keluarga, dan proses komunikasi keluarga (Adj R2= 0,242, p<0,01).

Kata kunci: kelentingan keluarga, strategi koping, korban bencana longsor

Share this:print Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.email Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.facebook Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.0google Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.0stumbleupon Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.0twitter Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.0diggit Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.reddit Permasalahan, Kelentingan dan Strategi Koping Keluarga Korban Bencana Longsor di Kabupaten Bogor.0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *