LLogo FEMA37 115x110 Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah DasarJajan adalah hal yang lumrah dilakukan oleh anak-anak. Makanan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak sekolah dasar. Selain karena harganya yang relatif murah dan mudah untuk diperoleh, jenisnya pun beragam. Selain itu, makanan jajanan juga memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap konsumsi zat gizi anak sekolah dasar. Akan tetapi, makanan jajanan seringkali lebih banyak mengandung energi dan hanya sedikit mengandung protein, vitamin, atau mineral. Karena ketidaklengkapan gizi dalam makanan jajanan, maka pada dasarnya makanan jajanan tidak dapat mengganti sarapan pagi atau makan siang. Selain itu banyak jajanan yang kurang memenuhi syarat kesehatan sehingga justru mengancam kesehatan anak.
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui kebiasaan jajan siswa serta kontribusi energi dan protein makanan jajanan terhadap konsumsi dan kecukupan gizi siswa sekolah dasar. Adapun tujuan khusus penelitian ini antara lain (1) Mengidentifikasi karakteristik siswa (umur, jenis kelamin, dan besar uang saku, serta pengetahuan gizi makanan jajanan), dan karakteristik sosial ekonomi keluarga (pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, pendapatan orang tua, dan besar keluarga), (2) Mengetahui jenis, jumlah, frekuensi, alasan, dan waktu jajan siswa, (3) Mengidentifikasi aturan/pesan orang tua tentang jajanan, dan peraturan sekolah tentang makanan jajanan, (4) Mengidentifikasi ketersediaan makanan jajanan di sekolah, (5) Menganalisis kontribusi makanan jajanan terhadap konsumsi dan kecukupan energi dan protein siswa, (6) Menganalisis hubungan karakteristik dan pengetahuan gizi makanan jajanan siswa serta karakteristik sosial ekonomi keluarga dengan kebiasaan jajan, (7) Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kebiasaan jajan siswa.
Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2009. Penentuan lokasi SDN Pajeleran 01 Kabupaten Bogor dilakukan secara purposive. Contoh adalah siswa kelas 4 dan 5 yang berjumlah 60 orang dan diambil secara acak (random sampling). Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Jenis data primer antara lain karakteristik contoh, peraturan sekolah tentang makanan jajanan, ketersediaan makanan jajanan di kantin sekolah, kebiasaan jajan contoh, konsumsi pangan sehari. Karakteristik sosial ekonomi keluarga serta aturan/pesan orang tua tentang jajanan diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada orang tua. Adapun data sekunder meliputi profil sekolah diperoleh dari pihak sekolah.
Proses pengolahan data meliputi editing, coding, dan entri data. Data dientri dengan menggunakan Microsoft Excel dan dianalisis menggunakan SPSS 11,5 for Windows. Korelasi Pearson digunakan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik contoh (umur, pengetahuan gizi, dan alokasi uang jajan), serta karakteristik keluarga (pendapatan orang tua dan besar keluarga), terhadap kebiasaan jajan contoh (frekuensi jajan di kantin, frekuensi jajan di luar, dan jumlah jenis jajanan).
Umur contoh berkisar antara 9-11 tahun, terdiri dari 46,7% laki-laki dan 53,3% perempuan. Sebagian besar (71,7%) contoh menerima uang saku antara Rp 2200 – Rp 7800 yang rata-rata dialokasikan untuk membeli makanan jajanan
iv
(67% dari uang saku), menabung (20%), transportasi (7%), dan membeli peralatan sekolah (6%). Secara umum pengetahuan contoh tentang gizi makanan jajanan hampir merata, baik yang tergolong kategori kurang (30%), sedang (35%), maupun baik (35%). Tingkat pendidikan orang tua contoh sebagian besar adalah perguruan tinggi. Hampir separuh (46,7%) ayah contoh bekerja di sektor swasta dan lebih dari separuh (58%) ibu contoh adalah ibu rumah tangga. Pendapatan orang tua contoh berkisar antara Rp 1.000.000 – Rp 20.000.000 per bulan dengan rata-rata Rp 4.220.000,00. Lebih dari separuh (51,7%) keluarga contoh termasuk dalam kategori keluarga sedang (5-7) orang.
Kelompok makanan jajanan yang biasa dibeli contoh berturut-turut adalah makanan utama (45%), penganan/snack (36,7%), minuman (11,7%), dan buah-buahan (6,7%). Jenis makanan jajanan yang biasa dibeli contoh diantaranya nasi goreng, batagor, chiki, kue, air mineral, teh, apel, dan jeruk. Kantin sekolah merupakan tempat utama bagi contoh untuk jajan. Sebanyak 53,3% contoh terutama jajan karena rasa makanan jajanan yang enak. Lebih dari separuh contoh (55,0%) jajan pada saat istirahat sekolah.
Kelompok makanan jajanan yang paling banyak dianjurkan orang tua untuk dikonsumsi contoh adalah makanan utama, yaitu sebanyak 55%. Penganan dilarang oleh lebih dari separuh (56,7%) orang tua contoh. Orang tua yang melarang contoh membeli kelompok minuman lebih banyak dibandingkan yang menganjurkannya (41,7%:18,3%). Faktor yang diperhatikan oleh orang tua antara lain kesehatan, kebersihan, mengenyangkan, bergizi, menggunakan BTP sesuai aturan, serta terjangkau.
SDN Pajeleran 01 memiliki peraturan bagi para penjaja makanan yang dikeluarkan oleh kepala sekolah dan komite sekolah baik secara lisan maupun tulisan. Peraturan tersebut berkaitan dengan kantin sekolah, penjaja makanan di sekitar sekolah, serta penggunaan fasilitas. Terdapat 84 jenis makanan jajanan yang dijual di kantin sekolah. Kelompok penganan/snack merupakan kelompok makanan jajanan yang paling banyak dijual. Makanan jajanan yang tersedia di kantin sekolah umumnya merupakan produk pabrikan yang terbuat dari beras, tepung terigu, dan tepung kanji. Kantin sekolah telah menerapkan prinsip penganekaragaman yang minimal, akan tetapi belum seimbang.
Kontribusi makanan jajanan terhadap konsumsi energi, protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, dan zat besi berturut-turut adalah 30,0%, 22,3%, 18,4%; 20,4%; 34,8%; 12,4%; dan 21,4%. Adapun kontribusi makanan jajanan terhadap kecukupan energi, protein, vitamin A, vitamin C, kalsium, fosfor, dan zat besi berturut-turut 24,1%; 24,2%; 21,7%; 10,0%; 194,6%; 5,3%; dan 18,9%. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai hubungan signifikan adalah antara umur dengan frekuensi jajan di luar (r=-0,518; p<0,01), alokasi uang jajan dengan frekuensi jajan di kantin (r=0,324; p<0,05), serta hubungan antara alokasi uang jajan dengan jumlah jenis jajanan (r=0,292; p<0,05). Hasil uji regresi juga menunjukkan adanya pengaruh umur terhadap frekuensi jajan di luar, alokasi uang jajan terhadap frekuensi jajan di kantin, serta alokasi uang jajan terhadap jumlah jenis jajanan.
Kantin sekolah telah menerapkan prinsip penganekaragaman minimal, tetapi belum seimbang karena kurangnya sumber zat pembangun dan pengatur sehingga perlu menambahkan sumber protein nabati, sumber protein hewani, dan sayur dalam menu makanan jajanan. Makanan jajanan cukup memberikan kontribusi terhadap konsumsi dan kecukupan zat gizi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian terkait keamanan makanan jajanan yang dikonsumsi contoh. Uang jajan berhubungan secara signifikan terhadap kebiasaan jajan contoh. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai besar uang saku yang sebaiknya diberikan kepada contoh.

Share this:print Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasaremail Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasarfacebook Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasar0google Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasar0stumbleupon Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasar0twitter Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasar0diggit Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasarreddit Kebiasaan Jajan Serta Kontribusi Energi Dan Zat Gizi Makanan Jajanan Terhadap Kecukupan Gizi Siswa Sekolah Dasar0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *