Departemen dan Program Studi IPB Bersiap Menuju Akreditasi Internasional
Sebanyak 34 departemen dan program studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) mempersiapkan diri menuju akreditasi internasional. Upaya pencapaian akreditasi internasional sejalan visi dan misi IPB untuk meningkat mutu dalam bidang akademik dan kemahasiswaan. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Prof.Dr.Ir. Yonny Koesmaryono dalam Lokakarya Akreditasi Internasional untuk Program Studi dan Departemen di Lingkungan IPB, Senin (23/11) di Auditorium Thoyyib Hadiwijaya Kampus IPB Darmaga.
” Untuk mewujudkan visi menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional IPB berusaha menerapkan penyelenggaraan pendidikan yang mengacu akreditasi internasional,” kata Prof. Yonny. Dalam program persiapan akreditasi ini setiap departemen dan program studi IPB telah memperoleh block grant senilai Rp 100 – 200 juta. Lokakarya ini dimaksudkan untuk memantau program persiapan dan merumuskan langkah-langkah strategis demi penyempurnaan akreditasi tersebut.
Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pendidikan Tinggi Direktorat Jenderal (DIKTI) Prof. Nizam Ph.D, internasionalisasi pendidikan tinggi, saat ini tak bisa dihindari. “Internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia terjadi karena adanya tuntutan mobilisasi pekerja dan mahasiswa di dunia. Penerapan sistem globalisasi sekarang mendorong lulusan perguruan tinggi harus berbasis kompetensi yang sesuai standar dan sertifikasi internasional,” jelas Prof. Nizam. Komitmen internasionalisasi pendidikan tinggi negara-negara dunia kian kuat, salah satunya sebagai konsekuensi penandatanganan konvensi UNESCO tentang degree recognition pada Desember 2007. Prof. Nizam berharap internasionalisasi pendidikan tinggi dapat menjawab pengangguran lulusan perguruan tinggi dan meningkatkan daya saing Indonesia di mata dunia. Tentu saja, internasionalisasi tersebut disertai peningkatan soft dan entrepreneurial skill.
Lebih lanjut, Prof. Nizam menyampaikan label World Class University (WCU) bukan tujuan, namun ini konsekuensi perbaikan kualitas dan performa perguruan tinggi. “Misi utama dan fungsi pendidikan tinggi untuk mengembangkan potensi mahasiswa dan memberikan solusi setiap permasalahan pembangunan regional dan nasional. Di samping itu juga membangun daya saing bangsa serta menciptakan pondasi kuat pengetahuan berbasis masyarakat (komunitas). Jadi kita bersama sebenarnya sedang mempersiapkan masa depan warga negara dunia,” papar Prof.Nizam. Sayangnya, ujar Prof. Nizam, tak banyak perguruan tinggi Indonesia yang siap melakukan upaya akreditasi internasional. “Dari 3010 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta Indonesia, hanya seperempatnya saja yang sehat.”
Wakil ASEAN University Network (AUN), Prof. Sulistyoweni mengatakan AUN merupakan lembaga akreditasi yang dibentuk kelompok perguruan tinggi di level ASEAN. ” AUN hadir untuk menanggapi liberalisasi pendidikan. Tujuan AUN untuk mengharmonisasikan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi di ASEAN. Sistem ini dapat digunakan untuk keperluan penjaminan mutu internal dan juga penilaian mutu eksternal atau akreditasi,” tandas Prof. Sulistyoweni. Dengan kehadiran AUN diharapkan tahun 2015 setiap anggota masyarakat ASEAN merasa seperti di rumah sendiri, apabila berkunjung di negara-negara ASEAN. Diharapkan pula kerjasama antar perguruan tinggi di wilayah ASEAN menjadi mudah dan lancar, namun tetap berorientasi pada mutu.
Pada kesempatan tersebut masing-masing departemen dan program studi di lingkungan IPB menyampaikan capaiannya dalam usaha menuju akreditasi internasional. Beberapa hal yang disampaikan diantaranya: output learning, profil, kit promosi (film, website, booklet, leaflet), standard operational procedure fasilitas dan laboratorium, status akreditasi nasional, evaluasi penyesuaian kurikulum berdasarkan akreditasi internasional, potensi serta keunggulan masing-masing departemen dalam bahasa Inggris. Semua capaian ini selanjutnya akan ditindaklanjuti IPB sebagai bahan akreditasi internasional. (Institut Pertanian Bogor)











