Reforma agraria, kemiskinan dan kemandirian pangan merupakan tiga diantara banyak masalah bangsa saat ini. Akar-akar permasalahan kemiskinan dan kemandirian pangan adalah permasalahan agraria. Meski masalah agraria dan pangan tidak identik dengan persoalan tanah dan makanan, tetapi pernyataan singkat dari Tauchid (1952) bahwa “siapa menguasai tanah, maka ia menguasai makanan” dan pernyataan Presiden RI Soekarno bahwa “masalah pangan adalah masalah hidup atau mati”, merupakan pernyataan yang sangat mendasar dalam kaitannya dengan reforma agraria, kemiskinan dan kemandirian pangan. Lebih lanjut, Tjondronegoro (2003: 9) mengungkapkan bahwa kebijakan pertanahan pada dasarnya mencakup empat aspek pokok, yaitu: reforma agraria, pembangunan pertanian, pengembangan masyarakat dan pembangunan ekonomi.

Urutan tersebut sekaligus mengisyaratkan pandangan tentang penyelesaian permasalahan bangsa yang berbasis pada sumberdaya agraria. Dalam rangka mencari solusi atas permasalahan agraria dan kemandirian pangan, Tjondronegoro (2013: 22) mengusulkan agar dilakukan perubahan mendasar dalam pengelolaan sumberdaya alam, yang mencakup: (i) pendefinisian ulang tentang lahan negara (publik) dan lahan adat, (ii) kejelasan dan penegakan hukum terkait dengan hak dan kewajiban korporasi dan komunitas lokal, dan (iii) penciptaan prosedur yang demokratis dalam alokasi sumberdaya alam.

Pandangan Tjondronegoro tersebut menegaskan adanya potensi konflik agraria yang mengakar, sekaligus mengisyaratkan, perlunya memberi ruang yang lebih besar pada masyarakat adat dan masyarakat lokal, serta membuka ruang demokratisasi dalam tata kelola sumberdaya alam sebagai suatu solusi jitu bagi pemecahan masalah-masalah agraria dan permasalahan yang menyertainya. Upaya ini perlu disusul dengan penguatan kapasitas masyarakat agar lahan yang dikuasai oleh masyarakat adat/masyarakat lokal menjadi lebih produktif.

Dalam upaya mencari solusi bagi masalah agraria, kemiskinan dan pemberdayan masyaraka, pada tahun 2014 lalu telah dilakukan Kajian Kebijakan Reforma Agraria untuk Penguatan Kapasitas Masyarakat Dalam Rangka Kemandirian Pangan dan Pengentasan Kemiskinan di lima lokasi, yaitu: Cianjur (Jawa Barat), Kutai Kartanegara (Kalimantan Timur), Mamasa (Sulawesi Barat), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta) dan Poso (Sulawesi Tengah).

Studi di lima lokasi tersebut berangkat dari pemikiran bahwa reforma agraria merupakan pangkal dari beragam permasalahan sosial bangsa yang bersifat mendasar, seperti: konflik sosial, proses dan struktur kelembagaan ekonomi, keberlanjutan kelembagaan ekonomi, produksi dan ketersediaan pangan terutama untuk komoditas strategis, dan pilihan strategi pembangunan desa, yang seluruhnya bermuara pada kemiskinan, kemandirian pangan dan kesejahteraan. Selanjutnya melalui kerangka dasar reforma agraria yang tersusun diharapkan lahir gagasan-gagasan, praksis, dan langkah-langkah spesifik untuk pengembangan masyarakat di masing-masing lokasi studi.

Tujuan Seminar

Tujuan seminar adalah untuk:

  • Membahas secara kritis hasil-hasil kajian agraria yang bertolak dari temuan-temuan di lapangan
  • Membahas secara kritis hasil-hasil pemetaan kapasitas masyarakat sebagai landasan pengembangan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan dan kemandirian pangan.

Keluaran yang Diharapkan

  • Rumusan kerangka kebijakan nasional bagi pembangunan agraria dan pengentasan kemiskinan.
  • Rumusan tindak lanjut studi aksi untuk tahun-tahun mendatang.

Waktu dan Tempat

Seminar direncanakan berlangsung pada:

  • Hari dan tanggal : Senin, 16 Maret 2015
  • Waktu :   09.00 – 16.00
  • Tempat :   KPM 1.414 – Ruang Rabuan Departemen SKPM, FEMA IPB, Kampus IPB, Dramaga, Bogor.

Peserta

Peserta seminar direncanakan berjumlah 70 peserta dengan komposisi sebagai berikut:

  • Akademisi dan praktisi kajian agraria
  • Akademisi dan praktisi pengembangan masyarakat
  • Dosen dan peneliti kajian agrarian
  • Pemerintah Kabupaten daerah penelitian
  • Mahasiswa S2 dan S3.

Penyelenggara dan Registrasi

Penyelenggara: Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat (SKPM), Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor. Bagi yang berminat mengikuti seminar harap mendaftar ke:

Tri Budiarto

  • HP 085640634863
  • Email: tribudiarto.pka@gmail.com

Maria Ulfah

Share this:Print this pageEmail this to someoneShare on Facebook0Share on Google+0Share on StumbleUpon0Tweet about this on Twitter0Digg thisShare on Reddit0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


  • *