rektorat ipbFakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB telah berumur 8 tahun. Sebagai fakultas di bawah IPB, FEMA mesti menggariskan dirinya untuk bernaung pada payung visi yang sudah dibuat IPB. Oleh karena itu hal yang penting adalah bagaimana menerjemahkan kerangka besar yang sudah dibuat IPB ke dalam langkah-langkah operasional di fakultas. Berdasarkan PP 66/2013 Visi IPB jangka panjang adalah sebagai berikut : “Menjadi terdepan dalam memperkokoh martabat bangsa melalui pendidikan tinggi unggul pada tingkat global di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika”. Berdasarkan visi jangka panjang tersebut, IPB telah merumuskan visi jangka pendek (2014-2018) yaitu: “Menjadi perguruan tinggi berbasis riset, bertaraf internasional, dan penggerak prima pengarusutamaan pertanian”. Dari visi jangka pendek tersebut, terdapat tiga kata kunci: berbasis riset, bertaraf internasional, pengarusutamaan pertanian. Visi tersebut akan semakin mudah diwujudkan bila seluruh unit yang ada di IPB memiliki komitmen yang sama untuk menjadikannya acuan dalam strategi dan program setiap unit.

Kata “berbasis riset” mengandung makna kemampuan menciptakan iklim riset yang kondusif yang penting bagi pengembangan keilmuan maupun solusi bagi masyarakat dalam menghadapi perubahan. Hal ini berdampak pada tuntutan bagi akademisi di dalamnya untuk terus meningkatkan kuantitas dan kualitas riset, serta mendayagunakan hasilnya melalui publikasi ilmiah yang berkualitas. Tentu implikasi berikutnya adalah tuntutan meningkatnya dana dan fasilitas riset sehingga tujuan tersebut bisa dicapai.

Kata “bertaraf internasional” memiliki makna kemampuan menciptakan keunggulan berstandar internasional baik dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, serta  manajemen organisasi. Definisi internasionalisasi antara lain: the process of integrating an international/intercultural dimension into the teaching, research and service functions of the institution”(Knight,1994, dalam Fielden, 2008). Menurut Fielden (2008), internasionalisasi memiliki dua macam, yaitu: (a) “internationalization abroad” yang dapat ditafsirkan sebagai hubungan internasional dalam bentuk aktivitas dosen dan mahasiswa ke luar negeri serta kerjasama internasional dengan lembaga maupun perguruan tinggi asing,   dan (b) “internationalization at home” (upaya memperkuat sistem pendidikan dengan mengupayakan masuknya dosen dan mahasiswa asing, serta perbaikan mutu pelayanan akademik sesuai standar internasional). Internasionalisasi memiliki kaitan ke belakang (backward linkage) yang kuat. Dengan kita menggariskan diri untuk berstandar internasional maka secara otomatis berdampak pada perubahan kurikulum, kualitas riset, publikasi internasional, fasilitas, maupun budaya kerja.

Kata “pengarusutamaan pertanian” memiliki makna memposisikan pertanian ke dalam sistem perencanaan lintas sektor dan terintegrasi menjadi strategi dan penentu keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini sangatlah strategis mengingat dunia pendidikan pertanian akan merupakan fungsi dari pembangunan pertanian. Bila pembangunan pertanian dianggap sangat strategis maka pendidikan pertanian pun akan secara otomatis strategis dan bergengsi. Dengan demikian sebenarnya pengarusutamaan pertanian tidak saja punya makna kontribusi IPB terhadap pembangunan tetapi juga bagaimana pada akhirnya pembangunan juga memiliki kontribusi pada kemajuan IPB.

Tulisan ini disusun untuk menggambarkan pemikiran maupun gagasan pengembangan FEMA 2014-2019. Tulisan ini diawali analisis kondisi lingkungan strategis dan kondisi umum FEMA, Analisis TOWS, serta formulasi visi, misi, tujuan, strategi dan program kerja FEMA dalam periode 2014-2019.

Download Dokumen Rencana Strategis FEMA 2014-2019