PENGUMUMAN SIM – FEMA

PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia – Institut Pertanian Bogor, Pengurusan usulan surat administrasi pendidikan melalui web SIM FEMA untuk sementara tidak dapat digunakan dan segala usulan surat administrasi pendidikan diusulkan melalui departemen masing-masing.

 

Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih

 

FEMA IPB

Mahasiswa Berprestasi 2019 Fakultas Ekologi Manusia

Selamat kami ucapkan kepada Mahasiswa Berprestasi FEMA 2019 yaitu :

1. Intan Permata Sari (NIM I24160084)

2. Ilhamda El Zuhri (NIM I34170052)

Selamat berjuang mewakili FEMA dalam Pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat IPB.

Sukses untuk Intan Permata Sari dan Ilhamda El Zuhri.

 

Tracer Study Alumni Fakultas Ekologi Manusia

Pencapaian sasaran output dan outcome Fakultas ekologi manusia IPB yang berorientasi pada perbaikan secara terus menerus didasarkan pada umpan balik lulusan. hal tersebut dilakukan melalui tracer study yang bertujuan untuk mengidentifikasi profi lulusan dan mengkaji relevansi pelaksanaan kurikulum yang telah diterapkan dengan kebutuhan pasar kerja.

Pengisian Tracer Study

B.1 Untuk alumni FEMA yang bekerja pada Institusi atau Perusahaan.

B.2 Untuk alumni FEMA yang berwirausaha

B.3 Untuk alumni yang belum atau tidak bekerja

Tracer Study Alumni Fakultas Ekologi Manusia

Diary Mommycomb: Ajak Ibu Menulis Kisah 1000 Hari Pertama Kehidupan Buah Hati

”Kondisi suatu bangsa dapat ditentukan dari para wanitanya. Jika baik para wanita dalam melahirkan generasi, baik pula generasi penerusnya. Namun jika tidak, buruk pulalah generasi yang dilahirkannya”, begitulah pesan yang banyak disampaikan oleh orang bijak. Ibu memiliki peran besar dalam pembentukan generasi suatu bangsa, seperti halnya peran literasi dalam memajukan kualitas sumber daya manusia dalam suatu negara. Mirisnya hasil riset Central Connecticut University untuk “Most Littered Nation in the World” menempatkan Indonesia sebagai negara dengan minat literasi sangat rendah di peringkat 60 dari 61 negara. Studi ini mencakup minat membaca, menulis, maupun minat terhadap pengetahuan, begitu pula dengan penyediaan sarana dan prasarana.

Rendahnya minat literasi bangsa ini menunjukkan kurangnya internalisasi terhadap literasi itu sendiri. Padahal membaca dan menulis adalah bekal untuk mendapat ilmu pengetahuan yang nantinya dapat diamalkan untuk memperbaiki bangsa ini. Menanamkan kegemaran menulis dan membaca idealnya dilakukan sedini mungkin, dimulai dari para pencetak generasi itu sendiri, yaitu para ibu yang menentukan kualitas dari anak-anaknya. Lima mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan solusi sekaligus inovasi terkait permasalahan ini. Mereka adalah Aliya Nurarifa Saadah (Gizi Masyarakat), Sarah Vaisala Trimulyani (Ekonomi Studi dan Pembangunan), Vidian Imam Nurfadilah (Gizi Masyarakat), Hanin Khalisharani (Ilmu Keluarga dan Konsumen), juga Novan Aji Imron (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat). Kelimanya membuat “Diari Mommycomb 1000 Hari Anakku : Media pantau tumbuh kembang anak sebagai upaya peningkatan minat literasi pada ibu” yang berkesempatan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Program yang dilaksanakan untuk menunjang optimalisasi adanya diari yang mereka buat adalah pelaksanaan Sekolah Ibu Mommycomb di Posyandu Plamboyan, Babakan Doneng, Dramaga. Sekolah ini terdiri dari empat kelas materi, yaitu Kelas Gizi dan Kesehatan, Kelas Pengasuhan, Kelas Manajemen Keluarga, dan Kelas Kreasi. Luaran dari program ini adalah mempersiapkan ibu menjadi ibu berkualitas terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sang anak. “1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan golden age yang menentukan masa depan anak dan ibu berperan penting pada periode ini. Kondisi ibu tidak hanya harus baik secara fisik, tapi juga psikisnya. Salah satu kebiasaan baik yang dapat dibiasakan adalah menulis” tutur Aliya selaku Ketua Tim.

Menurut Aliya, ketika para Ibu menuliskan pengalamannya selama membesarkan anak, seorang ibu tidak hanya mendapatkan self healing melalui tulisannya, tapi tulisan tersebut juga dapat menjadi kenang-kenangan bagi keluarga, terutama saat anaknya besar nanti. Melalui program ini, Tim Mommycomb berupaya untuk membiasakan para ibu agar meningkatkan literasi melalui menulis diari, membaca buku-buku yang baik, meningkatkan pengetahuan terutama dalam pengasuhan anak dan manajemen keluarga, serta membiasakan hal-hal baik bagi ibu dan anaknya.

Aliya berharap produk dan program dari PKM-M ini dapat diadopsi dan diimplementasikan ke masyarakat umum, sehingga menjadi solusi pada permasalahan rendahnya literasi negara ini sekaligus menjadi inovasi dalam memantau tumbuh kembang anak dan membesarkannya.

Diary Mommycomb: Ajak Ibu Menulis Kisah 1000 Hari Pertama Kehidupan Buah Hati

”Kondisi suatu bangsa dapat ditentukan dari para wanitanya. Jika baik para wanita dalam melahirkan generasi, baik pula generasi penerusnya. Namun jika tidak, buruk pulalah generasi yang dilahirkannya”, begitulah pesan yang banyak disampaikan oleh orang bijak. Ibu memiliki peran besar dalam pembentukan generasi suatu bangsa, seperti halnya peran literasi dalam memajukan kualitas sumber daya manusia dalam suatu negara. Mirisnya hasil riset Central Connecticut University untuk “Most Littered Nation in the World” menempatkan Indonesia sebagai negara dengan minat literasi sangat rendah di peringkat 60 dari 61 negara. Studi ini mencakup minat membaca, menulis, maupun minat terhadap pengetahuan, begitu pula dengan penyediaan sarana dan prasarana.

Rendahnya minat literasi bangsa ini menunjukkan kurangnya internalisasi terhadap literasi itu sendiri. Padahal membaca dan menulis adalah bekal untuk mendapat ilmu pengetahuan yang nantinya dapat diamalkan untuk memperbaiki bangsa ini. Menanamkan kegemaran menulis dan membaca idealnya dilakukan sedini mungkin, dimulai dari para pencetak generasi itu sendiri, yaitu para ibu yang menentukan kualitas dari anak-anaknya. Lima mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan solusi sekaligus inovasi terkait permasalahan ini. Mereka adalah Aliya Nurarifa Saadah (Gizi Masyarakat), Sarah Vaisala Trimulyani (Ekonomi Studi dan Pembangunan), Vidian Imam Nurfadilah (Gizi Masyarakat), Hanin Khalisharani (Ilmu Keluarga dan Konsumen), juga Novan Aji Imron (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat). Kelimanya membuat “Diari Mommycomb 1000 Hari Anakku : Media pantau tumbuh kembang anak sebagai upaya peningkatan minat literasi pada ibu” yang berkesempatan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Program yang dilaksanakan untuk menunjang optimalisasi adanya diari yang mereka buat adalah pelaksanaan Sekolah Ibu Mommycomb di Posyandu Plamboyan, Babakan Doneng, Dramaga. Sekolah ini terdiri dari empat kelas materi, yaitu Kelas Gizi dan Kesehatan, Kelas Pengasuhan, Kelas Manajemen Keluarga, dan Kelas Kreasi. Luaran dari program ini adalah mempersiapkan ibu menjadi ibu berkualitas terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sang anak. “1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan golden age yang menentukan masa depan anak dan ibu berperan penting pada periode ini. Kondisi ibu tidak hanya harus baik secara fisik, tapi juga psikisnya. Salah satu kebiasaan baik yang dapat dibiasakan adalah menulis” tutur Aliya selaku Ketua Tim.

Menurut Aliya, ketika para Ibu menuliskan pengalamannya selama membesarkan anak, seorang ibu tidak hanya mendapatkan self healing melalui tulisannya, tapi tulisan tersebut juga dapat menjadi kenang-kenangan bagi keluarga, terutama saat anaknya besar nanti. Melalui program ini, Tim Mommycomb berupaya untuk membiasakan para ibu agar meningkatkan literasi melalui menulis diari, membaca buku-buku yang baik, meningkatkan pengetahuan terutama dalam pengasuhan anak dan manajemen keluarga, serta membiasakan hal-hal baik bagi ibu dan anaknya.

Aliya berharap produk dan program dari PKM-M ini dapat diadopsi dan diimplementasikan ke masyarakat umum, sehingga menjadi solusi pada permasalahan rendahnya literasi negara ini sekaligus menjadi inovasi dalam memantau tumbuh kembang anak dan membesarkannya.

Penglepasan Mahasiswa KKN-Tematik IPB Tahun 2018

PENGUMUMAN

 

Penglepasan Mahasiswa KKN-Tematik IPB Tahun

2018 akan dilaksanakan pada :

 

Hari/Tanggal : Selasa, 10 Juli 2018
Waktu : 07.00-11.00 WIB
Tempat : Graha Widaya Wisuda GWW) IPB

 

Seluruh mahasiswa peserta KKN-Tematik IPB tahun 2018 wajib mengikuti acara tersebut dan dapat hadir Dengan tepat waktu dengan mengenakan Kemeja Berwarna Putih dan Jas Almamater.

 

 

 

Komisi KKN-Tematik IPB

Tahun 2018

Adira Finance Corporate University in collaboration with Prasetiya Mulya ELI presents INNOCAMP 2018!

Sebuah event kompetisi ide bisnis yang paling #berani tahun ini!

Kapan lagi bisa dapet exclusive coaching dari para CEO dan praktisi ternama, belajar di dalam kelas yang interaktif bersama para pakar yang berpengalaman, dan memperoleh inspirasi dari kisah-kisah orang hebat yang sukses di bidangnya!

Kamu mahasiswa aktif? Berusia tidak lebih dari 35 tahun? Punya semangat yang luar biasa untuk menginisiasi perubahan di Indonesia?

Daftarkan dirimu sekarang juga dan menangkan Creative Trip ke Beijing, Tiongkok!
Informasi lebih lanjut, click www.adirainnocamp.id

#INNOCAMP2018 #berani #AdiraFinance #PrasetiyaMulyaELI #KompetisiBisnis #Mahasiswa #adirafinancecorporateuniversity