Berita IPB di Media Massa, 17 Juli 2018

1. IPB Gelar Pertemuan Koordinasi Manajemen

https://megapolitan.antaranews.com/berita/41663/ipb-gelar-pertemuan-koordinasi-manajemen

2. Lepas Sepuluh Dosen dan Tendik Purnabakti, Dept. ITP IPB Gelar ” Syukur atas Bakti untuk Negeri”
https://megapolitan.antaranews.com/berita/41634/lepas-sepuluh-dosen-dan-tendik-purnabakti-dept-itp-ipb-gelar-syukur-atas-bakti-untuk-negeri

3. Departemen Biologi IPB Hadirkan Pakar Orangutan dari Swiss
https://megapolitan.antaranews.com/berita/41668/departemen-biologi-ipb-hadirkan-pakar-orangutan-dari-swiss

4. Keberadaan Teluk Jakarta Penting untuk Dijaga
https://megapolitan.antaranews.com/berita/41659/keberadaan-teluk-jakarta-penting-untuk-dijaga

5. Bantah Program RLH Gagal
http://jabarekspres.com/2018/bantah-program-rlh-gagal/

6. Keberadaan Teluk Jakarta Penting untuk Dijaga
https://megapolitan.antaranews.com/berita/41659/keberadaan-teluk-jakarta-penting-untuk-dijaga

7. Dokter Hewan Dibekali Keterampilan Bedah Mata
https://www.malang-post.com/pendidikan/dokter-hewan-dibekali-keterampilan-bedah-mata

8. Soal Pulau Reklamasi, Akademisi IPB Soroti Isu Kerusakan Lingkungan
https://www.jawapos.com/nasional/humaniora/16/07/2018/soal-pulau-reklamasi-akademisi-ipb-soroti-isu-kerusakan-lingkungan

9. Jaga Laut Indonesia, Mahasiswa IPB Ciptakan Inovasi Swarm Ship Pintar
https://news.okezone.com/read/2018/07/16/65/1922816/jaga-laut-indonesia-mahasiswa-ipb-ciptakan-inovasi-swarm-ship-pintar

10. Mahasiswa IPB Rancang Swarm Ship Jaga Laut Indonesia
https://www.antaranews.com/berita/727032/mahasiswa-ipb-rancang-swarm-ship-jaga-laut-indonesia

11. Mahasiswa IPB Ciptakan Drone Laut Tuk Jaga Perairan Indonesia
http://m.akurat.co/id-254800-read-mahasiswa-ipb-ciptakan-drone-laut-tuk-jaga-perairan-indonesia

12. Ketika Mahasiswa IPB Ajari Emak- emak di Dramaga, Bogor, Budidaya Cacing Tanah
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2018/07/17/ketika-mahasiswa-ipb-ajari-emak-emak-di-dramaga-bogor-budidaya-cacing-tanah

13. Mahasiswa IPB Ciptakan Kapal Laut yang Mampu Berkomunikasi dengan yang Lainnya
http://www.galamedianews.com/nasional/193411/mahasiswa-ipb-ciptakan-kapal-laut-yang-mampu-berkomunikasi-dengan-yang-lainnya.html

14. Mahasiswa IPB Kreasikan Drone untuk Jaga Laut dari Kapal Asing
https://minanews.net/mahasiswa-ipb-kreasikan-drone-untuk-jaga-laut-dari-kapal-asing/

15. Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Mahasiswa IPB Ajari Ibu Rumah Tangga Budidaya Cacing
http://bogor.tribunnews.com/2018/07/17/tingkatkan-ekonomi-keluarga-mahasiswa-ipb-ajari-ibu-rumah-tangga-budidaya-cacing

16. 5.000 Desa Tertinggal Diprioritaskan
(Kompas, Selasa 17 Juli 2018, Hal. 19)

17. Peminat UTM IPB Melonjak
(Radar Bogor, Selasa 17 Juli 2018, Hal. 9)

18. Garam dan Penyakit Tak Menular
(Koran Tempo, Fransiska Rungkat Zakaria, Guru Besar Dept. Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Selasa 17 Juli 2018, Hal 11)

========================
Dihimpun oleh:
Biro Komunikasi
Institut Pertanian Bogor
http://ipb.ac.id
http://humas.ipb.ac.id
http://ipbmag.ipb.ac.id
http://media.ipb.ac.id
http://greencampus.ipb.ac.id
Telp: 0251-8425635
WA : 085880584908
Email: humas@apps.ipb.ac.id
Fb: Bogor Agricultural University Official
Twitter : @ipbofficial
IG : @official_ipb
Line : @ipb.ac.id

Penghantaran Mahasiswa KKNT IPB ke Kabupaten Rembang Jawa Tengah, dilanjut kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Rembang dalam Pengentasan Kemiskinan pada 12 Juli 2018 yang dilaksanakan di Kantor Bupati Rembang. Hadir dalam Serah Terima 37 Mahasiswa/i KKNT IPB di Rembang, Wakil Bupati Rembang, Wakil Kepala Bappeda Rembang, Ketua Tim Penggerak PKK Rembang dan Kabid Kerjasama Bappeda Rembang. Dari IPB hadir Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan Koordinator Wilayah/Dosen Pembimbing Lapang Rembang

Diary Mommycomb: Ajak Ibu Menulis Kisah 1000 Hari Pertama Kehidupan Buah Hati

”Kondisi suatu bangsa dapat ditentukan dari para wanitanya. Jika baik para wanita dalam melahirkan generasi, baik pula generasi penerusnya. Namun jika tidak, buruk pulalah generasi yang dilahirkannya”, begitulah pesan yang banyak disampaikan oleh orang bijak. Ibu memiliki peran besar dalam pembentukan generasi suatu bangsa, seperti halnya peran literasi dalam memajukan kualitas sumber daya manusia dalam suatu negara. Mirisnya hasil riset Central Connecticut University untuk “Most Littered Nation in the World” menempatkan Indonesia sebagai negara dengan minat literasi sangat rendah di peringkat 60 dari 61 negara. Studi ini mencakup minat membaca, menulis, maupun minat terhadap pengetahuan, begitu pula dengan penyediaan sarana dan prasarana.

Rendahnya minat literasi bangsa ini menunjukkan kurangnya internalisasi terhadap literasi itu sendiri. Padahal membaca dan menulis adalah bekal untuk mendapat ilmu pengetahuan yang nantinya dapat diamalkan untuk memperbaiki bangsa ini. Menanamkan kegemaran menulis dan membaca idealnya dilakukan sedini mungkin, dimulai dari para pencetak generasi itu sendiri, yaitu para ibu yang menentukan kualitas dari anak-anaknya. Lima mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan solusi sekaligus inovasi terkait permasalahan ini. Mereka adalah Aliya Nurarifa Saadah (Gizi Masyarakat), Sarah Vaisala Trimulyani (Ekonomi Studi dan Pembangunan), Vidian Imam Nurfadilah (Gizi Masyarakat), Hanin Khalisharani (Ilmu Keluarga dan Konsumen), juga Novan Aji Imron (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat). Kelimanya membuat “Diari Mommycomb 1000 Hari Anakku : Media pantau tumbuh kembang anak sebagai upaya peningkatan minat literasi pada ibu” yang berkesempatan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Program yang dilaksanakan untuk menunjang optimalisasi adanya diari yang mereka buat adalah pelaksanaan Sekolah Ibu Mommycomb di Posyandu Plamboyan, Babakan Doneng, Dramaga. Sekolah ini terdiri dari empat kelas materi, yaitu Kelas Gizi dan Kesehatan, Kelas Pengasuhan, Kelas Manajemen Keluarga, dan Kelas Kreasi. Luaran dari program ini adalah mempersiapkan ibu menjadi ibu berkualitas terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sang anak. “1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan golden age yang menentukan masa depan anak dan ibu berperan penting pada periode ini. Kondisi ibu tidak hanya harus baik secara fisik, tapi juga psikisnya. Salah satu kebiasaan baik yang dapat dibiasakan adalah menulis” tutur Aliya selaku Ketua Tim.

Menurut Aliya, ketika para Ibu menuliskan pengalamannya selama membesarkan anak, seorang ibu tidak hanya mendapatkan self healing melalui tulisannya, tapi tulisan tersebut juga dapat menjadi kenang-kenangan bagi keluarga, terutama saat anaknya besar nanti. Melalui program ini, Tim Mommycomb berupaya untuk membiasakan para ibu agar meningkatkan literasi melalui menulis diari, membaca buku-buku yang baik, meningkatkan pengetahuan terutama dalam pengasuhan anak dan manajemen keluarga, serta membiasakan hal-hal baik bagi ibu dan anaknya.

Aliya berharap produk dan program dari PKM-M ini dapat diadopsi dan diimplementasikan ke masyarakat umum, sehingga menjadi solusi pada permasalahan rendahnya literasi negara ini sekaligus menjadi inovasi dalam memantau tumbuh kembang anak dan membesarkannya.

Diary Mommycomb: Ajak Ibu Menulis Kisah 1000 Hari Pertama Kehidupan Buah Hati

”Kondisi suatu bangsa dapat ditentukan dari para wanitanya. Jika baik para wanita dalam melahirkan generasi, baik pula generasi penerusnya. Namun jika tidak, buruk pulalah generasi yang dilahirkannya”, begitulah pesan yang banyak disampaikan oleh orang bijak. Ibu memiliki peran besar dalam pembentukan generasi suatu bangsa, seperti halnya peran literasi dalam memajukan kualitas sumber daya manusia dalam suatu negara. Mirisnya hasil riset Central Connecticut University untuk “Most Littered Nation in the World” menempatkan Indonesia sebagai negara dengan minat literasi sangat rendah di peringkat 60 dari 61 negara. Studi ini mencakup minat membaca, menulis, maupun minat terhadap pengetahuan, begitu pula dengan penyediaan sarana dan prasarana.

Rendahnya minat literasi bangsa ini menunjukkan kurangnya internalisasi terhadap literasi itu sendiri. Padahal membaca dan menulis adalah bekal untuk mendapat ilmu pengetahuan yang nantinya dapat diamalkan untuk memperbaiki bangsa ini. Menanamkan kegemaran menulis dan membaca idealnya dilakukan sedini mungkin, dimulai dari para pencetak generasi itu sendiri, yaitu para ibu yang menentukan kualitas dari anak-anaknya. Lima mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan solusi sekaligus inovasi terkait permasalahan ini. Mereka adalah Aliya Nurarifa Saadah (Gizi Masyarakat), Sarah Vaisala Trimulyani (Ekonomi Studi dan Pembangunan), Vidian Imam Nurfadilah (Gizi Masyarakat), Hanin Khalisharani (Ilmu Keluarga dan Konsumen), juga Novan Aji Imron (Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat). Kelimanya membuat “Diari Mommycomb 1000 Hari Anakku : Media pantau tumbuh kembang anak sebagai upaya peningkatan minat literasi pada ibu” yang berkesempatan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M) 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Program yang dilaksanakan untuk menunjang optimalisasi adanya diari yang mereka buat adalah pelaksanaan Sekolah Ibu Mommycomb di Posyandu Plamboyan, Babakan Doneng, Dramaga. Sekolah ini terdiri dari empat kelas materi, yaitu Kelas Gizi dan Kesehatan, Kelas Pengasuhan, Kelas Manajemen Keluarga, dan Kelas Kreasi. Luaran dari program ini adalah mempersiapkan ibu menjadi ibu berkualitas terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan sang anak. “1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan golden age yang menentukan masa depan anak dan ibu berperan penting pada periode ini. Kondisi ibu tidak hanya harus baik secara fisik, tapi juga psikisnya. Salah satu kebiasaan baik yang dapat dibiasakan adalah menulis” tutur Aliya selaku Ketua Tim.

Menurut Aliya, ketika para Ibu menuliskan pengalamannya selama membesarkan anak, seorang ibu tidak hanya mendapatkan self healing melalui tulisannya, tapi tulisan tersebut juga dapat menjadi kenang-kenangan bagi keluarga, terutama saat anaknya besar nanti. Melalui program ini, Tim Mommycomb berupaya untuk membiasakan para ibu agar meningkatkan literasi melalui menulis diari, membaca buku-buku yang baik, meningkatkan pengetahuan terutama dalam pengasuhan anak dan manajemen keluarga, serta membiasakan hal-hal baik bagi ibu dan anaknya.

Aliya berharap produk dan program dari PKM-M ini dapat diadopsi dan diimplementasikan ke masyarakat umum, sehingga menjadi solusi pada permasalahan rendahnya literasi negara ini sekaligus menjadi inovasi dalam memantau tumbuh kembang anak dan membesarkannya.

Pengumuman Ujian Perbaikan KKN-T FEMA

Panitia KKN-T FEMA 2018 memutuskan bahwa Ujian Perbaikan KKN-T FEMA 2018 akan dilaksanakan pada Senin, 4 Juni 2018 menggunakan LMS IPB. Adapun waktu pelaksanaannya:

1. Departemen GM pukul 09.00-10.00

2. Departemen IKK pukul 10.00-11.00

3. Departemen SKPM pukul 11.00-12.00

berikut terlampir daftar mahasiswa yang wajib mengikuti Ujian Perbaikan KKN-T FEMA

Terimakasih

-Panitia KKN-T FEMA 2018

Pengumuman Ujian Perbaikan KKN-T FEMA

Panitia KKN-T FEMA 2018 memutuskan bahwa Ujian Perbaikan KKN-T FEMA 2018 akan dilaksanakan pada Senin, 4 Juni 2018 menggunakan LMS IPB. Adapun waktu pelaksanaannya:

1. Departemen GM pukul 09.00-10.00

2. Departemen IKK pukul 10.00-11.00

3. Departemen SKPM pukul 11.00-12.00

berikut terlampir daftar mahasiswa yang wajib mengikuti Ujian Perbaikan KKN-T FEMA

Terimakasih

-Panitia KKN-T FEMA 2018

Pengumuman Ujian Perbaikan KKN-T FEMA

Panitia KKN-T FEMA 2018 memutuskan bahwa Ujian Perbaikan KKN-T FEMA 2018 akan dilaksanakan pada Senin, 4 Juni 2018 menggunakan LMS IPB. Adapun waktu pelaksanaannya:

1. Departemen GM pukul 09.00-10.00

2. Departemen IKK pukul 10.00-11.00

3. Departemen SKPM pukul 11.00-12.00

berikut terlampir daftar mahasiswa yang wajib mengikuti Ujian Perbaikan KKN-T FEMA

Terimakasih

-Panitia KKN-T FEMA 2018