Jurnal Sodality Raih Akreditasi B

[FEMA IPB] Bersamaan dengan Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen yang meraih akreditasi B, terdapat satu jurnal di Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB yang juga meraih akreditasi B dari Kementerian Riset, Teknologi dan Dikti – RI. Jurnal tersebut adalah Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaaan.

Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan selanjutnya disebut sebagai Sodality berfokus pada tiga bidang kajian/keilmuan yang diampu oleh Departemen KPM IPB yaitu: sosiologi pedesaan dan pengembangan masyarakat, komunikasi dan penyuluhan pertanian, serta kependudukan, agraria dan ekologi politik.

Bagaimana Menangani Hepatitis A ?

  1. Segera periksakan diri anda ke dokter, selain untuk memastikan penyakitnya, pemeriksaan dokter juga dibutuhkan untuk menilai apakah anda perlu dirawat dirumah sakit atau tidak.
  2. Tidak ada pengobatan spesifik untuk hepatitis A, PENCEGAHAN adalah pendekatan terbaik untuk melawan penyakit ini (WHO, 2015)
  3. Pengobatan yang diberikan adalah untuk mengurangi gejala, biasanya diberikan obat mual, dan  pemberian obat lain tergantung gejala yang timbul
  4. Hindari minum obat/jamu tanpa berkonsultasi ke dokter, beberapa obat dimetabolisme di hati, beresiko merusak hati (hepatotoksik)
  5. ISTIRAHAT, MAKAN DAN MINUM YG BANYAK. Terapi utama adalah ASUPAN GIZI dan CAIRAN yang adekuat, (protein 1 g/kg dan 30-35 kalori/KG). TIdak didapatkan bukti manfaat pembatasan makanan berlemak. Telur, susu dan mentega/margarin bahkan berguna untuk meningkatkan asupan energi (WHO, 2015). Asupan tinggi protein penting untuk mempercepat penyembuhan (regenerasi sel).
  6. Biasanya pasien hepatitis mengalami mual dan muntah yang hebat, pemberian makanan dilakukan sedikit-sedikit dan sering. Makanan yang enak dan menarik sangat disarankan (Stump SE, 2008). Motivasi penderita untuk terus makan, paksa untuk makan bila perlu.
  7. Makanan yang mengandung karbohidrat tinggi sangat disarankan, selain sebagai sumber energi juga dapat mengisi kembali cadangan glikogen di hati
  8. Disarankan meminum Suplemen multivitamin B-Complex (terutama thiamin, folat dan vitamin B12), vitamin K, Vitamin C dan zinc. Namun hati-hati, hindari multivitamin yang mengandung vitamin A dan D, intoksikasi (kelebihan) vitamin A dapat menyebabkan gangguan fungsi hati.
  9. Sayur – Buah yang tinggi anti-oksidan berguna mempercepat penyembuhan. Pastikan sayur dan buah yg diberikan telah dibersihkan dengan baik.
  10. TEMULAWAK dan KUNYIT (kurkumin) mungkin bermanfaat karena diduga memiliki aktivitas hepatoprotektor. Biofarmaka IPB telah memproduksi dalam bentuk kapsul yang mudah di minum. Baca aturan pakai.
  11. Monitor asupan cairan. DEHIDRASI (kekurangan cairan) sering terjadi karena pasien muntah atau diare. Dehidrasi BERAT dapat mengakibatkan KEMATIAN. Penderita hepatitis A harus minum setidaknya 1.5-2 liter per hari (mungkin lebih tergantung kondisi). Motivasi penderita untuk tetap minum.
  12. Penderita yang makan dan minum nya tidak adekuat (sedikit), mengalami muntah-muntah hebat, terdapat tanda dehidrasi/kurang cairan atau memiliki gejala yang berat termasuk tubuh berwarna kuning (beresiko kerusakan hati berat – hepatitis fulminant). Harus DIRAWAT di RS. KONSULTASIKAN dengan dokter anda.
  13. Hepatitis A membutuhkan waktu cukup lama untuk sembuh (2 minggu hingga lebih dari 1 bulan). Oleh karena itu perawatan di tempat asal penderita (tempat keluarga penderita berada) / pulang sangat disarankan.
  14. Feses penderita adalah sumber penyebaran penyakit, berikan kamar mandi khusus jika memungkinkan. Bersihkan dengan baik setiap selesai buang air besar, dan pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik.
  15. Setelah masa infeksi / masa kritis dilalui, penderita akan sembuh sempurna (self – limited diseases)
  16. Terakhir, selalu berdoa dan tingkatkan ibadah walau dalam kondisi sakit.

PENANGANAN TEPAT DAN CEPAT MENCEGAH PENYAKIT BERTAMBAH BERAT
dr. Naufal M. Nurdin S.ked. M.Si
Dosen Gizi Masyarakat FEMA IPB

Pengaruh Livelihood Assets terhadap Resiliensi Nafkah Rumahtangga Petani Pada Saat Banjir

ABSTRAK

FATIMAH AZZAHRA. Pengaruh Livelihood Assets terhadap Resiliensi Nafkah Rumahtangga Petani Pada Saat Banjir Di Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. Dibimbing oleh ARYA HADI DHARMAWAN.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan modal nafkah rumahtangga petani dan pengaruhnya terhadap tingkat resiliensi rumahtangga petani di Sukabakti, Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. Rumahtangga petani tersebut dibagi ke dalam dua wilayah yaitu rumahtangga petani di wilayah banjir dan rumahtangga petani di wilayah tidak banjir. Selain itu, penelitian ini juga melihat struktur nafkah on farm, off farm, dan non farm yang dibangun oleh rumahtangga petani di dua wilayah. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey menggunakan instrumen berupa kuesioner, dan data penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa pemanfaatan modal nafkah yang dilakukan oleh rumahtangga petani di wilayah banjir dan tidak banjir dapat mempengaruhi resiliensi rumahtangga petani. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua wilayah, yaitu rumahtangga petani di wilayah banjir mendominasi di sektor non-farm, sedangkan di wilayah tidak banjir mendominasi di sektor on farm dan off-farm. Tingkat resiliensi rumahtangga petani di wilayah tidak banjir lebih tinggi dibandingkan rumahtangga petani di wilayah banjir.

Kata kunci: Modal nafkah, rumahtangga petani, resiliensi

ABSTRACT

FATIMAH AZZAHRA. The Influence of Livelihood Assets in Livelihood Resilience Farm Household in Flooding Condition at Sukabakti Village, Bekasi. Supervised by ARYA HADI DHARMAWAN.

The purpose of this study was to analyze the use of livelihood assets by farm household and their influence on the level of farm household’s resilience at Sukabakti village. Farm household was divided into two areas that was farm household in the flood area and farm household in the not flood area. In addition, the research also view structure a living that on farm, off farm, and non farm built by farm household in two areas. This study combined quantitative approach using questioner method and qualitative approach using depth interview method. The result of these study explained livelihood asset used by farmers in Sukabakti village highly influencing their resilience’s level. There are significant differences between the two areas where farm household in the flood area are dominated in non farm sector, while in the not flood area are dominated on farm and off farm sector. The level of household’s resilience in the not flood area is higher than farm household in the flood area.

Keywords: Livelihood assets, farm household, resilience

Download: WORD; PDF

Mengetahui Distribusi Data dengan Analisis Skewness dan Kurtosis

Sebelum melakukan analasis data, biasanya akan dilakukan analisis untuk mengetahui distribusi data. Dalam SPSS fungsi yang dapat digunakan untuk mengetahui apakah distribusi data kita normal atau tidak dapat menggunakan fungsi Skewness dan Kurtosis.

Kedua fungsi tersebut dapat ditemui pada analisis frekuensi. Untuk menjalankan fungsi tersebut klik menu Analize > Descriptive Statistics > Frequencies. Lalu pada kotak dialog pilih variabel atau data yang Akan diujikan.

Pada bagian kotak distribution lalukan centang pada Skewness dan Kurtosis. Kemudian bagaimana analisisnya? Baik Skewness maupun kurtosis, jika data yang diperoleh berada rentang -2 sampai 2 maka data yang kita uji menyebar normal.

Sumber tulisan: http://skpm.ipb.ac.id/mengetahui-distribusi-data-dengan-analisis-skewness-dan-kurtosis/

Riset: 44,2 Persen Siswa Perempuan SMK Kota Bogor Melakukan Bullying Verbal

Bogor – Departemen IKK, perilaku Bullying yang terjadi dikalangan remaja sudah semakin mengkhawatirkan. Mengingat generasi muda adalah generasi penerus sebuah bangsa. Bentuk Bullying terbagi menjadi tiga, yaitu fisik, verbal dan nonverbal. Hasil survey yang dilakukan oleh mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK) terhadap siswa SMK di Kota Bogor menunjukkan bahwa 44,2 persen siswa perempuan SMK Kota Bogor melalui Bullying verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:

Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase terbesar bentuk bullying yang dilakukan oleh remaja berjenis kelamin laki-laki (36,4%) adalah bullying fisik. Sementara ilu, remaja berjenis kelamin perempuan cenderung melakukan bullying dalam bentuk verbal (44,2%). Berdasarkan asal sekolah, hasil penelitian menunjukkan bahwa persenlase terbesar bentuk bullying yang dilakukan oleh remaja yang bersekolah di SMK Negeri (47,5%) adalah bullying verbal. Sementara itu, bentuk bullying yang dilakukan oleh persentase terbesar remaja yang bersekolah di SMK Swasta (33,3%) adalah bullying fisik dan verbal.

Secara lebih lengkap hasil penelitian dapat dibaca disini.