KELEMBAGAAN KEMAHASISWAAN IPB MENUJU WORLD CLASS UNIVERSITY
Peran kelembagaan mahasiswa di setiap perguruan tinggi menjadi sangat penting seiring dengan visi dan misi dari universitas terkait menuju world class university. Visi dan misi universitas tersebut harus didukung dengan visi dan misi kelembagaan yang terdapat di dalamnya, agar saling melengkapi dan menunjang keberhasilan suatu program yang telah dicanangkan. Peran mahasiswa dan stakeholders (Rektorat, Dekanat, Civitas akademika, dan mitra kerja) lainnya pun tidak kalah pentingnya dalam upaya melaksanakan misi dari kelembagaan dan universitas terkait.
Institut Pertanian Bogor yang saat ini telah mencatatkan namanya dalam peringkat 500 besar perguruan tinggi sedunia sedang terus menggodok kinerja serta efektivitas dari keseluruhan kelembagaan yang ada didalamnya. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan popularitas IPB guna terus mendobrak peringkat mereka sebagai perguruan tinggi berkualitas di dunia.
Kelembagaan kemahasiswaan sebagai salah satu stakeholders sekaligus sarana pencapaian visi universitas menjadi world class university memegang peranan yang sangat penting. Hal ini terkait dengan program-program kerja yang dilaksanakan berupaya untuk meningkatkan kualitas universitas terkait. Kelembagaan kemahasiswaan yang terdapat di IPB kurang lebih berjumlah 50an yang terdiri dari BEM, DPM, HIMPRO, UKM, LDK/F, serta BSO menjadi sumber peningkatan kualitas bagi IPB jika terkelola dengan baik. Salah satu indikator kelembagaan yang terkelola dengan baik adalah jika kita melihat website yang dimilikinya. Mengapa harus website?Karena jika kelembagaan yang sering mengupdate beritanya serta dikunjungi oleh banyak orang maka dengan otomatis akan meningkatkan popularitas dari IPB (dengan syarat alamat websitenya ipb.ac.id).
Kreativitas dan kesungguhan dari tiap-tiap kelembagaan menjadi kata kunci yang cukup sulit dipegang dalam mengembangkan websitenya masing-masing. Hal ini terkait dengan animo mahasiswa sekarang yang lebih cenderung mengunjungi situs pertemanan yang sedang popular (facebook) serta kemauan yang cukup rendah dalam menulis dan mengupdate berita terkini. Oleh karena itu tiap-tiap kelembagaan kemahasiswaan harus berpikir kreatif guna menyajikan banyak manfaat bagi mahasiswa maupun khalayak umum yang ingin berkunjung ke websitenya. Terkadang, harus terdapat sedikit kebijakan yang sedikit ‘memaksa’ mahasiswa untuk berkunjung ke website IPB. Misalnya seperti yang dilaksanakan oleh BEM FEMA ketika Masa Perkenalan Fakultas (MPF) 2009 kemarin. Panitia berinisiatif untuk menyediakan segala jenis informasi terkait tugas-tugas serta kebutuhan MPF didalam website BEM FEMA (fema.ipb.ac.id/bem). Sehingga setiap mahasiswa baru peserta MPF, harus mengunjungi website tersebut, dengan mendaftarkan namanya terlebih dahulu dan menjawab beberapa pertanyaan terkait fakultas, kemudian baru mendapatkan semua informasi terkait MPF.
(Oleh: Adji Satrio Utomo-Ketua BEM FEMA 2009)

