Daya Saing Produk Ikan Terancam

April 6, 2010 by admin  
Filed under Berita

Jakarta, Kompas -  Pemberlakuan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN untuk pakan ikan menimbulkan ancaman terhadap daya saing produk perikanan budidaya.

Kebutuhan komponen pakan mencapai 60 persen dari biaya produksi ikan sehingga pengenaan PPN pakan akan mendongkrak harga jual ikan segar.

Demikian dikemukakan Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria, akhir pekan lalu. Dia diminta tanggapannya berkaitan dengan pemberlakuan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 8/1983 tentang PPN Barang dan Jasa serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah mulai 1 April, yang memasukkan pakan ikan sebagai produk kena pajak.

Saat ini produsen pakan ikan dikuasai oleh segelintir perusahaan besar. Keterbatasan pabrik pakan menyebabkan harga pakan ikan domestik cenderung tinggi. Harga produk pakan ikan Indonesia lebih mahal Rp 300-Rp 500 per kilogram dibandingkan dengan Vietnam.

”Harga pakan yang semakin mahal pada akhirnya memberatkan pembudidaya ikan. Dibutuhkan upaya serius pemerintah untuk membangkitkan sentra produksi pakan ikan di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Investasi pabrik pakan

Arif menambahkan, pemerintah harus segera mendorong investasi pabrik pakan ikan agar produsen semakin banyak dan harga pakan ikan bisa ditekan.

Investasi pakan perlu diarahkan ke skala usaha kecil dan menengah pada sentra-sentra produksi perikanan budidaya.

Hal senada dikemukakan Kepala Riset Pusat Kajian Sumber Daya Kelautan dan Peradaban Maritim Suhana.

Penurunan biaya produksi perikanan di tingkat masyarakat perlu diwujudkan dengan pembentukan rumah-rumah pakan ikan yang dikelola oleh kelompok pembudidaya ikan dengan memanfaatkan bahan baku lokal.

”Pembentukan rumah pakan dengan bahan baku lokal mendorong pembudidaya untuk tidak lagi bergantung pada pakan pabrik yang harganya mahal dan jauh dari jangkauan mereka,” ujar Suhana.

Kebutuhan bahan baku

Sementara itu, Ketua Divisi Pakan Ikan dan Udang Akuakultur Asosiasi Produsen Pakan Indonesia Denny D Indradjaja, beberapa waktu lalu, menyebutkan bahwa mahalnya harga pakan ikan dan udang nasional dipicu oleh kebutuhan bahan baku impor yang tinggi.

Impor tepung ikan untuk bahan baku pakan 50.000-60.000 ton per tahun atau sekitar 50 persen dari kebutuhan.

Adapun bungkil kedelai semuanya diimpor. Produsen pakan ikan terbesar di dunia saat ini adalah China, sedangkan di tingkat ASEAN didominasi oleh Thailand. (LKT)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/04/05/04061732/daya.saing.produk.ikan.teranca

Lomba Karya Cipta Teknologi Maritim Tingkat Nasional II

March 1, 2010 by admin  
Filed under Info Lomba

Dalam rangka memperingati hari pendidikan TNI Al dan Dies natalis STTAL tahun 2010, akan diadakan Lomba Karya Cipta Teknologi Maritim Tingkat Nasional II tahun 2010 dengan kategori yang lebih luas lagi, yaitu : Kategori SLTA / Sederajat, Kategori Mahasiswa (D-3, D-4, S-1), Kategori Umum / Profesional (S-2, S-3). Penyelenggaraan lomba ini bekerja sama dengan Dephan dan Ristek.

Bidang yang dilombakan meliputi : Bidang teknologi maritim dan alat utama sistem senjata (ALUTSISTA) TNI AL, dan Bidang Energi Alternatif. Syarat-syarat lomba meliputi :

  • materi yang dikirimkan untuk lomba karya cipta teknologi maritim boleh yang sudah dipatenkan maupun yang belum dipatemkan
  • Hasil karya cipta teknologi dapat berguna dalam mendukung tercapainya tugas pokok TNI AL dan kemaritiman
  • merupakan rekayasa, hasil inovasi atau modifikasi
  • Belum pernah diikutsertakan dalam kegiatan lomba yang serupa
  • bagi peserta yang berhasil masuk nominasi 10 ( sepuluh) besar agar menyiapkan diri untuk presentasi, demonstrasi/uji coba hasil karya pada tanggal 7-8 mei 2010
  • bagi 50 peserta pengirim pertama akan mendapatkan piagam penghargaan daari komandan Kobangdikal.

Ketentuan Lomba :

  1. Pendaftaran dan pengiriman proposal paling lambat tanggal 30 April 2010 (stempel Pos) dialamatkan ke : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan laut (STTAL) kobangdikal morokrembangan Surabaya (60175) Telp. (031) 3298840 fax (031) 3298076 email : sttal @yahoo.co.id
  2. Bagi proposal para pemenang yang amsuk nominasi (sepuluh) beasr akan diumumkan melalui website STTAL di http://www.sttal.ac.id dan prototipe alat diperagakan di depan juri pada tanggal 7-8 Mei 2010
  3. Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 10 Mei 2010 melalui website STTAL
  4. Tim juri berasal dari instansi : TNI AL, Ristek, Dephan dan perguruan Tinggi

Hadiah lomba meliputi :
hadiah kategori mahasiswa (D3, D4, S1) meliputi Piala, sertifikat, gratis pedaftaran Patent,dan uang pembinaan, untuk:

  1. Juara 1 Rp. 10.000.000,00
  2. Juara 2 Rp. 7.500.000,00
  3. Juara 3 Rp. 5.000.000,00

GREEN TECHNOLOGY COMPETITION

February 11, 2010 by admin  
Filed under Info Lomba

Dalam rangka kegiatan Envirovolution pada bulan Januari sampai dengan Maret 2010 UKM U-Green ITB mengundang untuk mengikuti kegiatan Green Technology Competition. Acara tersebut merupakan wadah bagi mahasiswa semua perguruan tinggi di Indonesia agar bisa membuat kreasi dan inovasi dalam mengembangkan teknologi yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi masyarakat. Dan diharapkan nantinya kreasi dan inovasi tersebut bisa dikembangkan lebih lanjut lagi. Kompetisi ini teknologi dan inovasi yang bertemakan lingkungan. Kompetisi ini diadakan dengan tujuan memunculkan inovasi baru dalam bidang pelestarian dan penyelamatan lingkungan, membuat pola berfikir baru yang memperhatikan dampak lingkungan, dan tentunya, memunculkan semangat kompetisi untuk menjadi yang terbaik!!

Untuk informasi lebih lanjut, klik disini.

Tawaran Beasiswa S1 dari Lingnan University, Hongkong

January 28, 2010 by admin  
Filed under Beasiswa

Lingnan University, Hongkong membuka kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikannya pada tahun ajaran 2010-2011 di Hongkong serta menawarkan beasiswa tingkat S-1 bagi mereka yang memenuhi kualifikasi.

Lingnan University adalah salah satu universitas terbaik di hongkong dan menawarkan bidang studi terutama Humaniora, Bisnis dan Sosial. Adapun persyaratan yang ditetapkan untuk dapat mengikuti program ini adalah:

  1. Pelajar yang telah menyelesaikan pendidikan sekunder 7 tahun (berdasarkan sistem pendidikan di hongkong)
  2. Mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan sekunder 6 tahun dan 1 tahun dari kurikulum 4 tahun jenjang sarjana S-1
  3. Mahasiswa yang telah menyelesaikan tahun pertama atau kedua dengan nilai baik dari kurikulum 4 tahun jenjang sarjana S-1
  4. Memiliki nilai TOEFL sebesar 213 (computer-based test) atau 550 (paper-based test) atau 79 ( Internet-based test) atau nilai umum IELTS sebesar 5,5

Lingnan University menawarkan beasiswa bagi mahasiswa asing sebesar HK$ 120.000 ( Sekitar Rp. 14.400.000,-) per tahun, yang mencakup tution fee, tempat tinggal, biaya akademis dan biaya hidup.

Tahun Ajaran Baru akan dimulai September 2010. Pendaftran secara Online berakhir pada 31 maret 2010 sedangkan secara tertulis (via pos) berakhir pada 27 Februari 2010.

Informasi Lebih Rinci tentang program beasiswa ini dapat diperoleh melalui situs www.LN.edu.hk/admissions/da/intl.

Pertanyaan lebih lanjut mengenai beasiswa dan informasi terkait juga dapat disampaikan kepad:

  • Ms. Carrie MAK (carriem@LN.edu.hkThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , telp +852 2612 8773) Atau
  • Ms. Mary Leung (maryleung@LN.edu.hkThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , +852 2616 8734).

Festival Pemuda Berprestasi dibidang IPTEK berbasis IMTAQ

September 8, 2009 by admin  
Filed under Info Lomba

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Majalah Annida menyelenggarakan Festival Pemuda Berprestasi dibidang IPTEK berbasis IMTAQ. Kegiatan ini bertujuan mencari bibit-bibit pemuda berprestasi dalam menciptakan karya yang dapat dipakai oleh masyarakat luas.
Kirimkan hasil karya (penemuan) teknologi dalam bentuk tulisan/proposal berisi penjelasan mengenai : tujuan dan latar belakang pembuatan karya, bahan-bahan dan biaya yang diperlukan, proses pembuatan dan cara kerja teknologi tersebut. sertakan pula dokumentasi proses pembuatan karya dalam bentuk video atau foto (jumlah foto minimal 5 buah)Persyaratan :·    Warga Negara Indonesia berusia 18 s.d. 35 th·    Kategori :-          Pelajar/Mahasiswa (harus mempunyai kartu pelajar/mahasiswa)-          Umum·     Peserta mengajukan sendiri hasil karyanya dan belum pernah dipublikasikan·    Proposal diketik diatas kertas kuarto/folio dengan jarak 1½  spasi disertai biodata (nama lengkap peserta, TTL, Pendidikan/pekerjaan, alamat, telepon dan handphone dan fotocopy identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor)·    Dikirim ke Panitia Festival Pemuda Berprestasi dibidang IPTEK berbasis IMTAQ Tahun 2009. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Wisma MENPORA Lt.2, Jl. Gerbang Pemuda No.3 Senayan – Jakarta 10270, Telp/fax (021) 5738150/5738152·    Aplikasi diterima panitia paling lambat 15 Oktober 2009Juri akan memilih 20 orang finalis dan diundang ke Jakarta untuk mendemonstrasikan inovasi teknologinya. Akomodasi dan Transportasi ditanggung panitia. Finalis akan diumumkan di
Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Majalah Annida menyelenggarakan Festival Pemuda Berprestasi dibidang IPTEK berbasis IMTAQ.
Kegiatan ini bertujuan mencari bibit-bibit pemuda berprestasi dalam menciptakan karya yang dapat dipakai oleh masyarakat luas.Kirimkan hasil karya (penemuan) teknologi dalam bentuk tulisan/proposal berisi penjelasan mengenai : tujuan dan latar belakang pembuatan karya, bahan-bahan dan biaya yang diperlukan, proses pembuatan dan cara kerja teknologi tersebut. sertakan pula dokumentasi proses pembuatan karya dalam bentuk video atau foto (jumlah foto minimal 5 buah)
Persyaratan :
Warga Negara Indonesia berusia 18 s.d. 35 th
Kategori :
Pelajar/Mahasiswa (harus mempunyai kartu pelajar/mahasiswa)
Umum
Peserta mengajukan sendiri hasil karyanya dan belum pernah dipublikasikan
Proposal diketik diatas kertas kuarto/folio dengan jarak 1½  spasi disertai biodata (nama lengkap peserta, TTL, Pendidikan/pekerjaan, alamat, telepon dan handphone dan fotocopy identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor)
Dikirim ke Panitia Festival Pemuda Berprestasi dibidang IPTEK berbasis IMTAQ Tahun 2009. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Wisma MENPORA Lt.2, Jl. Gerbang Pemuda No.3 Senayan – Jakarta 10270, Telp/fax (021) 5738150/5738152
Aplikasi diterima panitia paling lambat 15 Oktober 2009
Juri akan memilih 20 orang finalis dan diundang ke Jakarta untuk mendemonstrasikan inovasi teknologinya. Akomodasi dan Transportasi ditanggung panitia. Finalis akan diumumkan di www.annida-online.com dan www.kemenegpora.go.id.
Untuk Informasi lebih lanjut hubungi :
Nia di 081288293371
Ambar di 08573747434
Mawadah/Ai/Nina di (021) 8193242 Ekt. 199/195
Dibuka Kesempatan kepada seluruh sekolah dan perguruan tinggi untuk memamerkan inovasi dan teknologinya pada acara puncak di Jakarta tanggal 10 November 2009.

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Majalah Annida menyelenggarakan Festival Pemuda Berprestasi dibidang IPTEK berbasis IMTAQ. Kegiatan ini bertujuan mencari bibit-bibit pemuda berprestasi dalam menciptakan karya yang dapat dipakai oleh masyarakat luas.

Kirimkan hasil karya (penemuan) teknologi dalam bentuk tulisan/proposal berisi penjelasan mengenai : tujuan dan latar belakang pembuatan karya, bahan-bahan dan biaya yang diperlukan, proses pembuatan dan cara kerja teknologi tersebut. sertakan pula dokumentasi proses pembuatan karya dalam bentuk video atau foto (jumlah foto minimal 5 buah)

Persyaratan

  • Warga Negara Indonesia berusia 18 s.d. 35 th·
  • Kategori :
    • Pelajar/Mahasiswa (harus mempunyai kartu pelajar/mahasiswa)
    • Umum
  • Peserta mengajukan sendiri hasil karyanya dan belum pernah dipublikasikan
  • Proposal diketik diatas kertas kuarto/folio dengan jarak 1½  spasi disertai biodata (nama lengkap peserta, TTL, Pendidikan/pekerjaan, alamat, telepon dan handphone dan fotocopy identitas (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor)
  • Dikirim ke Panitia Festival Pemuda Berprestasi dibidang IPTEK berbasis IMTAQ Tahun 2009. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, Wisma MENPORA Lt.2, Jl. Gerbang Pemuda No.3 Senayan – Jakarta 10270, Telp/fax (021) 5738150/5738152·
  • Aplikasi diterima panitia paling lambat 15 Oktober 2009

Juri akan memilih 20 orang finalis dan diundang ke Jakarta untuk mendemonstrasikan inovasi teknologinya. Akomodasi dan Transportasi ditanggung panitia.

Finalis akan diumumkan di www.annida-online.com dan www.kemenegpora.go.id.

Untuk Informasi lebih lanjut hubungi :

  • Nia di 081288293371
  • Ambar di 08573747434
  • Mawadah/Ai/Nina di (021) 8193242 Ekt. 199/195

Dibuka Kesempatan kepada seluruh sekolah dan perguruan tinggi untuk memamerkan inovasi dan teknologinya pada acara puncak di Jakarta tanggal 10 November 2009.

Kegagalan BOS versi ICW

September 8, 2009 by admin  
Filed under Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Program Bantuan Operasional Sekolah muncul akibat adanya Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak pada Maret 2005 sebesar Rp. 6,2 triliun. Awalnya, Depdiknas mengusulkannya sebagai beasiswa bagi 9,6 juta peserta didik di semua jenjang sekolah.
Akan tetapi, dalam perkembangannya program BOS mengalami beberapa kali perubahan, terutama berkaitan dengan alokasi dana. Pada 2006, unit cost/murid tetap, Depdiknas menambah alokasi untuk BOS buku sebesar Rp20 ribu/muridtahun.
Setahun kemudian, pada 2007, unit cost/murid bertambah. BOS untuk SD sebesar Rp19 ribu, dan SMP sebesar Rp30 ribu. Begitu pula BOS buku, menjadi Rp22 ribu/murid/tahun. Tapi 2008, porsi BOS justru berkurang, terutama BOS buku menjadi Rp11 ribu/murid/tahun.
Pada 2009, menjelang Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menanggalkan jabatannya dan memasuki musim pemilihan legislatif dan eksekutif, Depdiknas mengumumkan penambahan dua kali lipat dana BOS.
Pada tingkat SD rata-rata sebesar Rp145 ribu/murid/tahun dan SMP sebesar Rp216 ribu/murid/tahun. Depdiknas pun membuat dan menayangkan iklan sangat gencar hampir di semua media massa yang menyatakan bahwa sekolah pada tingkat dasar telah gratis.
Empat Penyebab
Sudah empat tahun program BOS digulirkan. Tetapi, tujuannya menghilangkan hambatan bagi warga untuk mendapat pelayanan pendidikan,– paling tidak pada tingkat SD dan SMP atau sederajat, masih belum juga tercapai.
Penelitian yang dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) selama tahun 2006-2008 memperlihatkan, bahwa sekolah masih membebani orang tua dengan beragam biaya, mulai dari proses penerimaan murid hingga kelulusan.
Malah, menurut Ade Irawan dari Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, tren beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua murid kini semakin bertambah di tengah kenaikan anggaran untuk sektor pendidikan dan adanya dana bantuan operasional sekolah. Pada 2005, total rata-rata biaya sekolah yang dikeluarkan oleh orang tua pada tingkat SD sebesar Rp3,5 juta/tahun dan meningkat menjadi Rp4,7 juta/tahun pada 2008.
Ada beberapa faktor penyebab kegagalan program BOS dalam mencapai tujuannya. Pertama, kara Ade, minimnya alokasi anggaran. Walau Depdiknas menambah alokasi dana BOS menjadi Rp400 ribu/murid/tahun untuk tingkat SD/sederajat dan Rp575 ribu/murid/tahun untuk tingkat SMP/sederajat, jumlah itu masih jauh dari kebutuhan untuk menyediakan sekolah gratis.
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas untuk mencapai tujuan program BOS, dana yang mestinya disediakan oleh pemerintah pada tingkat SD/Sederajat adalah Rp1,8 juta/murid/ tahun, sedangkan tingkat SMP/sederajat sebesar Rp2,7 juta/murid/tahun.
“Kedua sama rata alokasi dana BOS, di mana Depdiknas mengasumsikan kondisi dan kebutuhan sekolah di Indonesia sama,” kata Ade, Rabu (2/9) pekan lalu.
Karenanya, lanjut Ade, alokasi dana BOS pun dibuat sama rata. Memang, pada 2009 dibuat perbedaan antara sekolah di wilayah kabupaten dan kota. Akan tetapi dasar penghitungannya tidak jelas yang tergambar dari kecilnya perbedaan alokasi antara sekolah di kebupaten dan kota.
“Ketiga adalah korupsi sistemik. Bahwa, walaupun alokasi dana BOS sangat kecil dan tidak memadai untuk merealisasikan sekolah gratis, tapi masih tetap dikorupsi terutama pada tingkat sekolah dan dinas pendidikan,” ujarnya.
Relasi yang timpang pada tingkat sekolah, kata Ade, terutama lemahnya posisi tawar guru dan orang tua ketika berhadapan dengan kepala sekolah. Sebaliknya, lemahnya posisi kepala sekolah ketika berhadapan dengan dinas juga menyebabkan mudahnya dana BOS dikorupsi.

BOGOR–BEM FEMA. Wajah penyelenggaraan pendidikan di Indonesia belum menunjukkan perbaikan seperti yang diharapkan. Depdiknas melalui program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) memberikan peluang untuk terciptanya sekolah gratis. Tapi dibalik itu semua, ICW menilai program BOS telah mengalami kegagalan, seperti yang diberitakan oleh Kompas di bawah ini:

JAKARTA, KOMPAS.com – Program Bantuan Operasional Sekolah muncul akibat adanya Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak pada Maret 2005 sebesar Rp. 6,2 triliun. Awalnya, Depdiknas mengusulkannya sebagai beasiswa bagi 9,6 juta peserta didik di semua jenjang sekolah.

Akan tetapi, dalam perkembangannya program BOS mengalami beberapa kali perubahan, terutama berkaitan dengan alokasi dana. Pada 2006, unit cost/murid tetap, Depdiknas menambah alokasi untuk BOS buku sebesar Rp20 ribu/muridtahun.

Setahun kemudian, pada 2007, unit cost/murid bertambah. BOS untuk SD sebesar Rp19 ribu, dan SMP sebesar Rp30 ribu. Begitu pula BOS buku, menjadi Rp22 ribu/murid/tahun. Tapi 2008, porsi BOS justru berkurang, terutama BOS buku menjadi Rp11 ribu/murid/tahun.

Pada 2009, menjelang Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menanggalkan jabatannya dan memasuki musim pemilihan legislatif dan eksekutif, Depdiknas mengumumkan penambahan dua kali lipat dana BOS.

Pada tingkat SD rata-rata sebesar Rp145 ribu/murid/tahun dan SMP sebesar Rp216 ribu/murid/tahun. Depdiknas pun membuat dan menayangkan iklan sangat gencar hampir di semua media massa yang menyatakan bahwa sekolah pada tingkat dasar telah gratis.

Empat Penyebab

Sudah empat tahun program BOS digulirkan. Tetapi, tujuannya menghilangkan hambatan bagi warga untuk mendapat pelayanan pendidikan,– paling tidak pada tingkat SD dan SMP atau sederajat, masih belum juga tercapai.

Penelitian yang dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) selama tahun 2006-2008 memperlihatkan, bahwa sekolah masih membebani orang tua dengan beragam biaya, mulai dari proses penerimaan murid hingga kelulusan.

Malah, menurut Ade Irawan dari Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, tren beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua murid kini semakin bertambah di tengah kenaikan anggaran untuk sektor pendidikan dan adanya dana bantuan operasional sekolah. Pada 2005, total rata-rata biaya sekolah yang dikeluarkan oleh orang tua pada tingkat SD sebesar Rp3,5 juta/tahun dan meningkat menjadi Rp4,7 juta/tahun pada 2008.

Ada beberapa faktor penyebab kegagalan program BOS dalam mencapai tujuannya. Pertama, kara Ade, minimnya alokasi anggaran. Walau Depdiknas menambah alokasi dana BOS menjadi Rp400 ribu/murid/tahun untuk tingkat SD/sederajat dan Rp575 ribu/murid/tahun untuk tingkat SMP/sederajat, jumlah itu masih jauh dari kebutuhan untuk menyediakan sekolah gratis.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Depdiknas untuk mencapai tujuan program BOS, dana yang mestinya disediakan oleh pemerintah pada tingkat SD/Sederajat adalah Rp1,8 juta/murid/ tahun, sedangkan tingkat SMP/sederajat sebesar Rp2,7 juta/murid/tahun.

“Kedua sama rata alokasi dana BOS, di mana Depdiknas mengasumsikan kondisi dan kebutuhan sekolah di Indonesia sama,” kata Ade, Rabu (2/9) pekan lalu.

Karenanya, lanjut Ade, alokasi dana BOS pun dibuat sama rata. Memang, pada 2009 dibuat perbedaan antara sekolah di wilayah kabupaten dan kota. Akan tetapi dasar penghitungannya tidak jelas yang tergambar dari kecilnya perbedaan alokasi antara sekolah di kebupaten dan kota.

“Ketiga adalah korupsi sistemik. Bahwa, walaupun alokasi dana BOS sangat kecil dan tidak memadai untuk merealisasikan sekolah gratis, tapi masih tetap dikorupsi terutama pada tingkat sekolah dan dinas pendidikan,” ujarnya.

Relasi yang timpang pada tingkat sekolah, kata Ade, terutama lemahnya posisi tawar guru dan orang tua ketika berhadapan dengan kepala sekolah. Sebaliknya, lemahnya posisi kepala sekolah ketika berhadapan dengan dinas juga menyebabkan mudahnya dana BOS dikorupsi.

Sekolah Hancur Ditanggung Pusat

September 6, 2009 by admin  
Filed under Berita

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo mengatakan, biaya pembangunan kembali sekolah yang hancur atau rusak berat akibat gempa Tasikmalaya akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat. Sedangkan sekolah dengan tingkat kerusakan sedang dan ringan akan ditangani oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.

Hal tersebut diungkapkan Mendiknas ketika meninjau sekolah yang hancur di Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (6/9). Mendiknas mengunjungi SDN 4 Salawu, SMPN 1 Cigalontang, dan SMAN Cigalontang. Ikut mendampingi Mendiknas Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Wachyudin Zarkasyi.

Mendiknas mengatakan, penanganan kerusakan sekolah, sesungguhnya menjadi tanggung jawab kepala daerah. Pemerintah pusat dan provinsi sifatnya hanya membantu. Akan tetapi , bantuan yang akan diberikan pemerintah pusat tentunya lebih besar.

Depdiknas, kata Mendiknas, akan bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk mengevaluasi konstruksi bangunan sekolah. Apakah sekolah tersebut harus direlokasi atau tidak.

Menurut Wakhyudin, sampai saat ini tercatat ada 800 sekolah di Jawa Barat yang dilaporkan rusak, dengan tingkat kerusakan ringan, sedang, hingga hancur, karena gempa. Angka ini kemungkinan akan berubah karena data yang dilaporkan pemerintah daerah juga terus diperbarui.

Selain menanggung rehabilitasi sekolah yang hancur Depdiknas juga, kata Mendiknas, memberikan bantuan tanggap darurat Rp 2 miliar untuk masing-masing daerah yang terkena gempa. Depdiknas juga memberikan bantuan seragam dan alat tulis ke daerah bencana itu. “Bantuannya tidak bohong, itu lihat truk yang membawa bantuan,” kata Mendiknas sambil menunjuk truk dimaksud.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya Idi S Hidayat, menjelaskan, jumlah ruang kelas yang hancur di Taikmalaya mencapai 489 unit . Sedangkan ruang kelas yang rusak berat sebanyak 419 unit, rusak sedang 57 unit dan rusak ringan 382 unit. Rehabilitasi kembali ruang kelas tersebut diperkirakan mencapai Rp 65 miliar.

Terkait nasib ribuan siswa yang ruang kelasnya hancur, Mendiknas menegaskan agar proses belajar tetap berjalan. Sekolah diberi keleluasaan untuk mendirikan tenda bagi anak sekolah atau meminjam ruang kelas sekolah lain yang tidak hancur.

Kepala SMPN 1 Cigalontang Supriyatno, menjelaskan, agar proses belajar 503 siswa di SMPN 1 Cigalontag terus berjalan pihaknya kemungkinan akan meminjam bangunan sekolah lain untuk belajar atau menetapkan jadwal sekolah bergiliran pagi-siang. “Kalau ternyata masih kurang juga ya terpaksa siswa belajar di tenda. Karena itu, kami sangat membutuhkan tenda untuk belajar siswa,” kata Supriyatno.

Next Page »